BERITATERKININEWS.COM- Gerakan menanam pohon yang dicanangkan menyongsong HUT ke-93 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) bukan sekadar kegiatan simbolik. Lebih dari itu, aksi ini menjadi penegasan bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam menjaga kelestarian alam di tengah ancaman perubahan iklim dan bencana lingkungan.
Ketua AMGPM Daerah Masohi, Greesye Y. Hallatu, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari panggilan iman setiap kader AMGPM.
“Bagi kita sebagai kader AMGPM, menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata pengakuan iman. Pelayanan kita tidak hanya di dalam gedung gereja, tetapi juga hadir dalam tanggung jawab merawat alam ciptaan Tuhan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pencanangan gerakan menanam pohon oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, di Negeri Messa, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Selasa (24/3/2026).
Ia mengingatkan bahwa wilayah Negeri Messa bukanlah lokasi yang asing dari bencana. Beberapa waktu lalu, kawasan tersebut sempat dilanda banjir cukup parah yang mengakibatkan kerusakan bahkan menghanyutkan rumah warga.
“Kita belajar dari pengalaman. Lokasi ini pernah dilanda banjir besar. Penanaman pohon sebenarnya sudah dilakukan beberapa kali, namun tantangan alam masih terus terjadi. Karena itu, hari ini kita kembali menanam dengan harapan baru,” ungkapnya.
Menurut Hallatu, penanaman pohon bukan sekadar aktivitas jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
“Benih yang kita tanam hari ini adalah harapan bagi masa depan. Ia akan menguatkan tanah, menjaga ekosistem, dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang,” tambahnya.
Gerakan penghijauan ini juga tidak hanya difokuskan pada kawasan rawan seperti bantaran sungai, tetapi diperluas hingga ke lingkungan jemaat. Bibit cengkeh dibagikan kepada warga untuk ditanam di kebun, sementara anakan pohon buah ditanam di halaman gereja maupun pastori.
Langkah ini dinilai sebagai pendekatan holistik yang menggabungkan aspek spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Hallatu juga mengutip pesan bijak yang sarat makna sebagai refleksi gerakan ini.
“Jika besok akan kiamat dan di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah. Pesan ini mengajarkan kita untuk terus berbuat baik, sekecil apa pun, tanpa henti,” tutupnya.
Gerakan tanam pohon oleh AMGPM Daerah Masohi menjadi bukti bahwa iman tidak berhenti pada kata-kata, tetapi hadir dalam aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Di tengah ancaman krisis ekologis, langkah kecil seperti menanam pohon justru menjadi simbol harapan besar bagi masa depan Maluku yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Diterbitkan: 24 Maret 2026 pukul 11:18
Terakhir diperbarui: 24 Maret 2026 pukul 13:08
















