BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan studi UNDERV AC-ID yang digelar pada Senin (27/4/2026), hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Poltekkes Kementerian Kesehatan Maluku.
Studi ini dinilai strategis karena berfokus pada pemetaan berbagai faktor yang memengaruhi penerimaan vaksin pada anak-anak, sekaligus mengkaji tingkat partisipasi masyarakat terhadap layanan Posyandu dan imunisasi dasar.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan anak merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Imunisasi bukan sekadar program kesehatan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi kita. Jika anak-anak sehat, maka kita sedang menyiapkan Maluku Tengah yang lebih kuat di masa depan,” tegas Bupati.
Menurutnya, pemerintah daerah menyadari bahwa dalam implementasi program imunisasi masih terdapat berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari persoalan pemahaman masyarakat, keterbatasan akses layanan kesehatan, hingga rendahnya partisipasi sebagian warga dalam kegiatan Posyandu.
Karena itu, hasil studi UNDERV AC-ID diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif dan objektif terkait kondisi riil di masyarakat.
“Melalui kajian akademik ini, kita bisa mengetahui secara jelas kendala yang dihadapi di lapangan. Data ini sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan di daerah,” ujar Zulkarnain.
Ia menekankan, pendekatan berbasis data ilmiah menjadi kebutuhan penting dalam menyusun strategi peningkatan cakupan imunisasi. Pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan administratif, tetapi harus berpijak pada hasil riset yang terukur.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Maluku Tengah untuk terus memperkuat sektor kesehatan. Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan layanan kesehatan dasar, penguatan peran Posyandu, serta pemberdayaan kader kesehatan dan Tim Penggerak PKK.
“Kami akan terus memperkuat Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Peran kader kesehatan dan PKK sangat penting dalam mendorong partisipasi masyarakat,” katanya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, mulai dari Dinas Kesehatan, lurah, kepala pemerintah negeri, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kita dalam memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas kesehatan yang optimal,” tegasnya.
Bupati berharap kegiatan Participatory Workshop penyampaian hasil studi UNDERV AC-ID tidak berhenti sebagai forum seremonial atau penyampaian laporan semata. Ia mendorong agar forum tersebut menjadi ruang diskusi produktif guna merumuskan langkah-langkah konkret yang bisa segera diimplementasikan.
“Saya berharap workshop ini melahirkan solusi nyata yang bisa langsung kita tindak lanjuti di lapangan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan studi.
Kegiatan ini turut dihadiri para Asisten, Staf Ahli, serta Pimpinan Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Hadir pula perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Poltekkes Kementerian Kesehatan Maluku, serta mahasiswa dari kedua institusi pendidikan tersebut.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi akademik, diharapkan upaya peningkatan cakupan imunisasi di Maluku Tengah dapat dilakukan secara lebih terarah, berbasis data, dan berdampak langsung bagi generasi mendatang.
Diterbitkan: 27 April 2026 pukul 07:53
Terakhir diperbarui: 27 April 2026 pukul 07:58
















