BERITATERKININEWS.COM- Tanjakan Pohon Batu di Desa Elpaputih, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, kembali memakan korban. Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIT, sebuah bus penumpang rute Ambon–Masohi bertuliskan Nona Ambon terguling setelah diduga mengalami rem blong saat menuruni tanjakan tajam.
Sedikitnya delapan penumpang mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Elpaputih untuk penanganan medis. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun peristiwa ini kembali membuka pertanyaan lama, mengapa kecelakaan di titik ini terus berulang
Berdasarkan keterangan Ongen, salah satu sopir angkutan yang berada di lokasi kejadian, bus kehilangan kendali saat menuruni tanjakan.
“Saat menuruni tanjakan Pohon Batu, tiba-tiba rem tidak berfungsi. Kendaraan langsung meluncur dan sopir tidak bisa menguasai laju kendaraan sampai akhirnya terguling,” ujar Ongen kepada media ini.
Pantauan di lokasi menunjukkan badan bus terbalik melintang di badan jalan. Arus lalu lintas sempat tersendat hampir satu jam. Warga sekitar menjadi pihak pertama yang melakukan evakuasi sebelum petugas tiba.
Tanjakan Pohon Batu bukan nama baru dalam daftar jalur rawan kecelakaan di Seram Bagian Barat. Kontur jalan menurun tajam, disertai tikungan dan minimnya jalur penyelamat (escape lane), membuat kendaraan dengan sistem pengereman bermasalah berisiko tinggi mengalami kecelakaan.
Sejumlah warga menyebut kecelakaan di lokasi ini sudah berulang kali terjadi, dengan pola yang hampir sama, rem blong saat turunan.
“Sudah sering kejadian. Rata-rata rem blong. Kendaraan banyak yang dipaksakan jalan walau kondisinya tidak terlalu bagus,” kata seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa persoalan bukan semata pada faktor geografis, melainkan juga pada aspek kelayakan kendaraan.
Kasus ini kembali menyeret perhatian pada pengawasan uji kelayakan kendaraan (KIR) terhadap angkutan umum yang melayani lintas Ambon–Masohi. Pertanyaannya, apakah seluruh armada benar-benar lolos uji teknis, terutama sistem pengereman
Secara regulasi, kendaraan angkutan umum wajib menjalani uji berkala untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi. Namun di lapangan, pengawasan kerap dinilai longgar.
Praktisi transportasi darat di Maluku yang dihubungi media ini menyebutkan bahwa rem blong pada kendaraan besar umumnya dipicu oleh beberapa faktor, kampas rem aus, sistem angin bocor, hingga beban muatan berlebih yang tidak sebanding dengan kapasitas pengereman.
“Jika rem blong menjadi penyebab berulang di titik yang sama, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya sopirnya, tapi sistem pengawasan armada secara menyeluruh,” ujarnya.
Kecelakaan ini memperlihatkan pola yang berulang, jalur rawan, kendaraan diduga bermasalah, dan korban dari kalangan penumpang. Sementara itu, tindakan preventif terlihat minim.
Belum ada keterangan resmi dari instansi perhubungan terkait status uji KIR bus tersebut maupun riwayat pemeriksaan terakhirnya. Aparat kepolisian disebut tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Jika terbukti kendaraan tidak memenuhi standar laik jalan, maka persoalan ini bukan lagi sekadar kecelakaan lalu lintas, melainkan kelalaian sistemik yang membahayakan keselamatan publik.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap armada angkutan umum yang beroperasi di jalur ekstrem.
Selain pengetatan uji KIR, sejumlah pihak mendesak pemasangan rambu tambahan, jalur penyelamat di turunan panjang, serta pengawasan beban muatan secara berkala.
Tanpa langkah korektif yang konkret, Tanjakan Pohon Batu berpotensi kembali menjadi lokasi tragedi berikutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan korban dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.
Diterbitkan: 25 April 2026 pukul 05:48
Terakhir diperbarui: 25 April 2026 pukul 05:56
















