BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kecamatan Taniwel Timur bersama jajaran Polsek setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Desa Uwen Pantai, Selasa (31/3/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap stabil serta tidak merugikan masyarakat.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Camat Taniwel Timur, Thomas Andre Mawene, S.Sos. Kehadiran aparat kecamatan dan kepolisian ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Yang menarik perhatian, Camat Thomas memilih menggunakan sepeda menuju lokasi SPBU. Keputusan itu dinilai sarat pesan simbolik di tengah situasi di mana BBM menjadi komoditas strategis yang sensitif terhadap kelangkaan.
“Kami datang bukan untuk melihat dari jauh, tetapi memastikan dari dekat. BBM adalah kebutuhan rakyat. Pemerintah harus hadir langsung di lapangan,” tegas Thomas Andre Mawene di sela-sela sidak.
Menurutnya, penggunaan sepeda bukan sekadar pilihan transportasi, melainkan pesan moral tentang kesederhanaan dan keberpihakan.
“Ketika BBM menjadi kebutuhan yang harus dijaga bersama, pemimpin juga harus memberi contoh. Dalam keterbatasan kita tetap bisa bergerak, dalam kesederhanaan kita tetap bisa memimpin,” ujarnya.
Dalam koordinasi di lokasi, Camat Taniwel Timur juga menekankan pentingnya pengaturan distribusi agar tidak terjadi penumpukan atau dominasi oleh pihak tertentu. Ia menyampaikan, jika pasokan BBM yang tersedia misalnya mencapai dua ton, maka distribusinya harus dibagi secara proporsional.
“Kalau ada dua ton minyak, minimal satu ton harus benar-benar dipastikan untuk masyarakat pengguna motor dan mobil. Jangan sampai habis di tangan segelintir pihak. Hak masyarakat harus dijaga,” tegasnya.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari pihak Polsek yang turut mengawal jalannya pengawasan guna memastikan distribusi berjalan sesuai aturan.
Kehadiran Camat bersama aparat kepolisian ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah kecamatan tidak ingin kecolongan dalam pengawasan distribusi BBM, terlebih di tengah potensi kelangkaan yang dapat berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga.
Bagi masyarakat Uwen Pantai, kehadiran pimpinan kecamatan secara langsung dinilai memberi rasa aman. Pemerintah dianggap tidak tinggal diam, melainkan turun tangan memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Sidak ini sekaligus mempertegas bahwa kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan dengan fasilitas dan kemewahan, tetapi dengan keteladanan serta keberanian mengambil langkah nyata di lapangan.
Di tengah dinamika distribusi BBM yang kerap memicu keresahan, langkah Camat Taniwel Timur gowes ke SPBU bukan sekadar simbol. Itu adalah pesan bahwa pemerintah tidak boleh jauh dari rakyat. Ketika bahan bakar menjadi denyut nadi aktivitas warga, maka pengawasan tak boleh longgar, karena satu liter yang hilang bisa berarti satu harapan yang tertunda.
Diterbitkan: 31 Maret 2026 pukul 06:03
Terakhir diperbarui: 31 Maret 2026 pukul 06:11
















