BERITATERKININEWS.COM- Langkah besar transformasi ekonomi resmi dimulai di Kabupaten Maluku Tengah. Ground breaking pembangunan pabrik hilirisasi kelapa dan pala oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN), di Negeri Liang Awaiya Kecamatan Teluk Elpaputih Rabu (29/4/2026), menjadi penanda babak baru industrialisasi komoditas unggulan daerah.
Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan strategi konkret mendorong Maluku Tengah keluar dari ketergantungan penjualan bahan mentah menuju penguatan nilai tambah melalui industri pengolahan.
Bupati Maluku Tengah dalam sambutannya menegaskan, momentum ini adalah lompatan penting dalam sejarah pembangunan ekonomi daerah.
“Yang kita lakukan hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah strategis menuju transformasi ekonomi daerah. Kita ingin Maluku Tengah bangkit menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Maluku Tengah dikenal memiliki potensi besar di sektor perkebunan. Kelapa dalam dan pala bukan hanya komoditas unggulan, tetapi telah menjadi identitas sosial-ekonomi masyarakat.
Fenomena menarik bahkan terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Berkebun tidak lagi identik dengan profesi petani semata. Aparatur, pengusaha, hingga masyarakat lintas profesi kini berlomba mengelola lahan dengan menanam kelapa, pala, dan cengkih.
“Sekarang ini, tidak berkebun tidak keren,” ujar Bupati disambut tepuk tangan hadirin.
Namun, selama ini mayoritas hasil perkebunan dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kehadiran pabrik hilirisasi ini diharapkan memutus mata rantai ketergantungan tersebut.
Dengan pengolahan industri, komoditas kelapa dan pala akan memiliki nilai tambah signifikan, membuka peluang ekspor, serta memperkuat posisi tawar petani di pasar.
Pemerintah daerah menilai investasi PTPN ini berpotensi memberikan efek domino terhadap perekonomian lokal.
Selain meningkatkan pendapatan petani, proyek ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, sekaligus menekan angka pengangguran.
“Dampaknya tentu sangat luas, mulai dari peningkatan pendapatan petani, terbukanya lapangan kerja, hingga berkurangnya tingkat pengangguran. Ini adalah investasi yang membawa harapan,” ujarnya.
Langkah ini juga sejalan dengan program nasional penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas strategis.
Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini tidak semata ditentukan oleh investasi dan teknologi, melainkan oleh soliditas seluruh elemen daerah.
“Keberhasilan pembangunan ini ditentukan oleh dukungan dan kebersamaan kita semua. Kita harus menjaga semangat kolaborasi, saling percaya, dan saling menguatkan,” tegasnya.
Ia mengajak pemerintah, investor, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal proses pembangunan hingga pabrik benar-benar beroperasi dan memberi manfaat luas.
Di tengah euforia industrialisasi, Bupati juga menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dan etika lingkungan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.
“Prinsip environmental ethics harus menjadi landasan utama. Kita tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan. Generasi mendatang harus tetap bisa menikmati kekayaan alam yang kita miliki hari ini,” ujarnya.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa hilirisasi yang dibangun di Maluku Tengah bukan semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis dan sosial.
Kegiatan ground breaking tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, jajaran direksi PT Perkebunan Nusantara, Wakil Bupati Maluku Tengah, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, BUMN, serta tokoh masyarakat, adat, dan agama.
Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, bersama Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan hilirisasi berbasis potensi lokal.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas dukungan yang terus diberikan bagi pembangunan di Maluku Tengah.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian dan dukungan yang konsisten bagi kemajuan Maluku Tengah,” katanya.
Ground breaking ini menjadi simbol bahwa Maluku Tengah tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi mulai menapaki jalan industrialisasi berbasis potensi lokal.
Jika konsisten dikawal dan dikelola dengan prinsip keberlanjutan, pabrik hilirisasi ini bisa menjadi tonggak kebangkitan ekonomi Malteng menuju era industri berbasis perkebunan.
Diterbitkan: 29 April 2026 pukul 06:07
Terakhir diperbarui: 29 April 2026 pukul 06:13
















