BERITATERKININEWS.COM- Komitmen Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Pulau-Pulau Lease terhadap isu lingkungan tak berhenti pada slogan. Kamis (19/2/2026), sebanyak kurang lebih 90 kader turun langsung membersihkan kebun Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-Pulau Lease di Negeri Tiouw, Kecamatan Saparua, sebagai langkah awal merealisasikan program unggulan bidang II: “1 Kader 1 Tanaman.”
Aksi ini menjadi titik mula gerakan menanam tanaman produktif berupa cengkih dan pala komoditas unggulan Maluku yang direncanakan sebanyak 100 anakan akan ditanam di lahan kebun klasis tersebut.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIT itu melibatkan kader AMGPM dari ranting dan cabang di enam rayon Pulau Saparua, bersama jajaran pengurus daerah serta Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Lease. Mereka bahu-membahu membersihkan lahan sebagai persiapan penanaman.
Ketua AMGPM Daerah Pulau-Pulau Lease, Jenly Latuihamalo, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen jangka panjang organisasi dalam merawat bumi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi gereja.
“Kami ingin memastikan bahwa program ‘1 Kader 1 Tanaman’ bukan hanya slogan, tetapi benar-benar menjadi gerakan kolektif yang berdampak. Menanam hari ini berarti menyiapkan masa depan. Ini bentuk tanggung jawab iman dan sosial kader AMGPM terhadap lingkungan dan gereja,” ujar Latuihamalo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, cabang dan ranting yang telah berpartisipasi aktif dan memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Terima kasih untuk seluruh kader yang sudah hadir dan bekerja dengan semangat kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa AMGPM siap menjadi motor penggerak perubahan, dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Lease, Pdt. J. Male, memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis yang diinisiasi AMGPM tersebut. Ia menilai gerakan menanam ini sejalan dengan panggilan gereja untuk menjaga ciptaan Tuhan.
“Kami mengapresiasi langkah konkret AMGPM. Ini bukan hanya kegiatan lingkungan, tetapi bagian dari kesaksian iman. Gereja sangat mendukung keberlanjutan program ini agar kebun klasis dapat dikelola secara produktif dan memberi manfaat bagi pelayanan ke depan,” ungkap Pdt. Male.
Kegiatan pembersihan diakhiri dengan makan bersama dan doa syukur yang dipimpin Ketua Klasis, sebelum para kader kembali ke ranting dan cabang masing-masing.
Dengan dimulainya gerakan ini, AMGPM Daerah Pulau-Pulau Lease menegaskan posisinya bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan gereja, tetapi juga sebagai garda depan dalam mendorong kesadaran ekologis dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Maluku.
Diterbitkan: 21 Februari 2026 pukul 01:35
Terakhir diperbarui: 21 Februari 2026 pukul 01:55
















