BERITATERKININEWS.COM- Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah milik Kepala SMP Kristen Trana, Maurits Aihery, di RT 03 Negeri Trana, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.
Kedua rumah yang berada di Jalan Trans Seram itu masing-masing berbahan papan (rumah lama) dan beton. Api pertama kali diduga muncul dari rumah papan sebelum kemudian merambat cepat ke bangunan beton di sebelahnya.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, saat kejadian pemilik rumah sedang mengikuti sidang jemaat di gedung gereja. Di lokasi hanya terdapat beberapa anggota keluarga.
Salah satu saksi, Jois Pilsamuramram (24), keponakan korban, mengaku awalnya sedang memasak di dapur rumah beton ketika tiba-tiba diberitahu bahwa rumah papan di samping telah terbakar.
“Beta sementara masak di dapur, tiba-tiba ponakan datang bilang rumah papan su terbakar. Beta langsung matikan kompor dan lari lihat, api su besar di dalam rumah,” ungkap Jois.
Melihat kobaran api yang cepat membesar, Jois segera meminta bantuan tetangga untuk mematikan saklar listrik di rumah beton serta mengamankan barang-barang berharga sebelum api merambat.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual oleh warga sekitar. Namun, karena bangunan lama berbahan papan, api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah beton.
Saksi lainnya, Jemi Jenia (29), mengaku mendengar teriakan minta tolong sebelum melihat rumah tersebut sudah dilalap api.
“Katong dengar teriak minta tolong, pas keluar api su besar. Katong coba siram pakai air seadanya, tapi api su tra bisa dikendalikan,” katanya.
Sekitar pukul 11.30 WIT, Kapolsek Waipia bersama personel tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi area. Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dan dibantu warga melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.30 WIT.
Kapolsek TNS, AKP Ruston N. Nichlas, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara api berasal dari rumah papan, namun kami belum dapat menyimpulkan sebelum proses olah TKP dan pemeriksaan saksi selesai,” tegas Kapolsek .
Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp350 juta.
“Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun dua unit rumah hangus terbakar dengan estimasi kerugian sekitar tiga ratus lima puluh juta rupiah,” tambahnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian. Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar di musim panas.
Diterbitkan: 20 Februari 2026 pukul 14:22
Terakhir diperbarui: 20 Februari 2026 pukul 14:30
















