BERITATERKININEWS.COM- Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa partai politik tidak boleh hanya hadir sebagai kendaraan elektoral lima tahunan, tetapi harus menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas demokrasi dan mengawal arah pembangunan daerah.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (MUSCAB) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maluku Tengah di Hotel One May Masohi, Sabtu (11/4/2026).
Di hadapan jajaran pengurus dan kader PKB, Bupati menekankan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun kualitas demokrasi lokal yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Partai politik bukan sekadar instrumen pemilu. Ia adalah sarana pendidikan politik, agregasi kepentingan masyarakat, sekaligus ruang kaderisasi kepemimpinan. Dari sinilah lahir arah kebijakan yang berpihak pada rakyat,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Menurut Bupati, Maluku Tengah saat ini menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, hingga menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Dalam konteks itulah, ia menilai stabilitas politik bukan sekadar jargon, melainkan fondasi utama keberlanjutan pembangunan.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa stabilitas politik dan konsistensi kebijakan. Kita butuh dukungan politik yang konstruktif, dialog yang sehat, serta komitmen bersama untuk memastikan program prioritas berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemitraan antara pemerintah daerah dan partai politik harus dibangun dalam kerangka saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Kritik tetap dibutuhkan, namun harus produktif dan berbasis kepentingan publik.
Bupati menilai MUSCAB PKB bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan momentum konsolidasi demokrasi di tingkat lokal.
Forum tersebut, kata dia, menjadi ruang strategis untuk memperkuat struktur partai, mematangkan kaderisasi, serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya berharap MUSCAB ini melahirkan kepemimpinan yang solid, kuat, dan visioner. Kepemimpinan yang tidak hanya berpikir untuk partai, tetapi juga untuk kemajuan Maluku Tengah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengutip pemikiran Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang menekankan bahwa politik sejatinya harus memuliakan manusia.
Bagi Bupati, nilai tersebut relevan untuk terus dihidupkan dalam praktik politik lokal.
“Seperti yang pernah disampaikan Gus Dur, politik harus memuliakan manusia. Artinya, seluruh kebijakan dan langkah politik harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan pada kepentingan sempit,” ujarnya.
Ia berharap PKB Kabupaten Maluku Tengah dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, menjaga stabilitas, serta menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
MUSCAB PKB kali ini dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat di Maluku Tengah. Di tengah tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang semakin tinggi, partai politik dituntut untuk adaptif dan progresif.
Pesan Bupati jelas, politik di Maluku Tengah harus naik kelas. lebih substantif, lebih berpihak, dan lebih bertanggung jawab.
Dengan stabilitas sebagai fondasi, serta kolaborasi sebagai strategi, Maluku Tengah diharapkan mampu melangkah lebih mantap menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Diterbitkan: 11 April 2026 pukul 13:05
Terakhir diperbarui: 11 April 2026 pukul 13:08
















