BERITATERKININEWS.COM- Di bawah langit mendung Pantai Salobar, tangan renta itu tetap cekatan menyusun gelas-gelas di atas meja kayu sederhana. Keriput di wajahnya tak menyembunyikan keteguhan hati seorang perempuan yang memilih terus berdiri di usia 61 tahun.
Dialah Yoce Latuny, mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Amahai, yang kini menggantungkan hidup dari lapak kecil di kawasan wisata Pantai Salobar, Negeri Soahuku, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.
Perempuan yang telah dikaruniai lima anak ini setiap akhir pekan membuka usaha kuliner sederhana. Dari balik lapak beratap seng itu, ia menyajikan menu khas Maluku seperti papeda, ikan batu-batu, hingga ikan kuah kuning yang menjadi favorit para pengunjung.
“Saya tidak mau hanya duduk di rumah. Selagi masih kuat, saya mau tetap bekerja. Ini bukan soal besar kecilnya hasil, tapi bagaimana saya tetap mandiri,” ujar Yoce saat ditemui media ini, Sabtu (11/4/2026).
Bertahan di Tengah Realitas Hidup.
Bagi Yoce, masa pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjuangan baru. Puluhan tahun mengabdi di Puskesmas Amahai, ia telah melewati berbagai fase kehidupan. dari keterbatasan fasilitas kesehatan hingga dinamika pelayanan masyarakat di wilayah pesisir.
“Manis pahit sudah saya rasakan waktu masih bertugas. Sekarang juga begitu. Hidup memang tidak pernah mudah, tapi kita tidak boleh menyerah,” tuturnya pelan.
Usaha kecilnya di Pantai Salobar perlahan mendapat tempat di hati pengunjung. Papeda dengan ikan kuah kuning racikan tangannya dikenal memiliki cita rasa khas. Bahkan, beberapa pelanggan kerap memesan dalam jumlah banyak untuk acara keluarga.
“Kalau hari libur atau ada kegiatan di pantai, jualan bisa cukup bagus. Ada yang pesan sampai beberapa porsi sekaligus,” katanya.
Kisah ibu Yoce tidak sekadar tentang berjualan makanan. Ia adalah potret perempuan Maluku yang tetap produktif di usia senja. Dalam ruang sederhana, ia membuktikan bahwa ketahanan ekonomi keluarga sering kali bertumpu pada kerja keras perempuan.
Di tengah geliat pengembangan wisata lokal seperti Pantai Salobar, kehadiran pelaku UMKM kecil seperti Yoce menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi rakyat. Namun, tantangan tetap ada. mulai dari cuaca, jumlah pengunjung yang fluktuatif, hingga keterbatasan fasilitas pendukung.
“Harapan saya cuma satu, semoga wisata ini makin ramai dan pemerintah bisa lebih perhatikan pelaku usaha kecil seperti kami,” ungkapnya.
Pantai Salobar bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga ruang bertahan hidup. Dan di sana, Yoce Latuny berdiri tenang, sederhana, namun penuh daya juang.
Diterbitkan: 11 April 2026 pukul 09:40
Terakhir diperbarui: 11 April 2026 pukul 09:44
















