BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis data akurat menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Hal itu disampaikan dalam audiensi antara Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, bersama jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tengah di ruang rapat Bupati, Masohi, Kamis (2/4/2024).
Audiensi tersebut menjadi langkah awal koordinasi dan penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam menyukseskan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memperkuat sistem statistik sektoral di daerah.
Kepala BPS Maluku Tengah, Richard Thenu, menjelaskan bahwa pertemuan ini difokuskan pada persiapan teknis dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan SE2026 yang dijadwalkan mulai pendataan lapangan pada Mei 2026.
Menurut Richard, Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali, mulai dari skala mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar di berbagai sektor usaha.
“Sensus Ekonomi ini sangat penting untuk memotret secara menyeluruh kondisi dan struktur ekonomi daerah. Data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, hingga evaluasi program ekonomi,” jelas Richard.
Ia menambahkan, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga dukungan aktif pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat pelaku usaha.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa peran BPS sangat krusial dalam menyediakan data yang akurat, mutakhir, dan terstandar sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Data adalah dasar dari setiap kebijakan. Tanpa data yang kuat, perencanaan pembangunan tidak akan tepat sasaran. Karena itu, Pemerintah Daerah siap bersinergi dan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” tegas Zulkarnain.
Ia menekankan bahwa sinergitas antara Pemkab Maluku Tengah dan BPS diarahkan pada penyediaan data berkualitas tinggi guna mendukung perencanaan serta evaluasi pembangunan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan berbasis data menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memetakan potensi ekonomi daerah, mengidentifikasi sektor unggulan, serta merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan terukur.
“Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi, kemudahan akses pendataan, serta dukungan penuh terhadap kerja-kerja statistik. Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpijak pada data yang valid,” ujarnya.
Audiensi tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran pelaksanaan SE2026, termasuk dalam hal sosialisasi kepada pelaku usaha di seluruh wilayah Maluku Tengah.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Maluku Tengah dapat berjalan optimal dan menghasilkan data yang kredibel sebagai pijakan pembangunan ekonomi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Diterbitkan: 02 April 2026 pukul 10:41
Terakhir diperbarui: 02 April 2026 pukul 11:14
















