Beritaterkininews.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI
Jumat, Mei 1, 2026
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan
No Result
View All Result
Morning News
  • Beranda
  • Ambon
  • Buru
  • Bursel
  • Malra
  • Malteng
  • Tual
  • Sbb
  • Sbt
  • Aru
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Mainoro: Nyanyian Sunyi Dari Pegunungan Seram Kian Tergerus Zaman

Penulis: Bernard Lilihata | Editor: Paet
Rabu, 24 Desember 2025
Facebook X WhatsApp Telegram
Mainoro: Nyanyian Sunyi Dari Pegunungan Seram Kian Tergerus Zaman

Menjelang dini hari, ketika kampung-kampung di pesisir dan pegunungan Seram Selatan mulai tenggelam dalam keheningan, sebuah nyanyian perlahan mengalun. Tanpa iringan alat musik, tanpa sorotan cahaya, suara itu mengalir lembut menembus sunyi. Bagi masyarakat adat Suku UPA,A atau KOA, nyanyian itu dikenal sebagai Mainoro—sebuah tradisi lisan yang kini semakin jarang terdengar.

Mainoro merupakan nyanyian adat yang hidup dan berkembang dalam kebudayaan masyarakat Suku UPA,A di Pulau Seram, Maluku. Tradisi ini tumbuh di wilayah pegunungan Seram Selatan dan Seram Utara, khususnya di pusat-pusat komunitas adat seperti Manusela, Maraina, dan Nusawele. Di wilayah pesisir Seram Selatan, Mainoro juga dikenal oleh masyarakat adat Hatumete, Salamahu, Wanasa, Ekano, Saunulu, Piliana, Usali, Losa, Sinahari, dan Waelomatan, terutama yang bermukim di Kecamatan Tehoru.

BACA JUGA:

Wabup Malteng Dorong PUPR Go Digital, Semua Proyek Infrastruktur Dipantau Lewat Peta Spasial

Dari Dapur ke Petaka: Rumah Warga Perumahan Pemda Terbakar

Secara tradisional, Mainoro dilantunkan pada waktu-waktu tertentu. Pada siang hari, nyanyian ini kerap terdengar menjelang sore, sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIT. Namun, waktu yang paling khas adalah larut malam hingga dini hari, sekitar pukul 02.00 sampai 03.00 WIT, ketika suasana kampung berada dalam kondisi sunyi dan sepi. Dalam keheningan itulah Mainoro menemukan ruangnya.

Tidak ada alat musik yang mengiringi Mainoro. Hanya suara manusia yang berpadu dengan hembusan angin dan alam sekitar. Alunannya terdengar syahdu dan lembut, sarat dengan ungkapan rasa cinta, kerinduan, serta kedekatan antarmanusia dan alam. Bagi masyarakat adat, nyanyian ini bukan sekadar bunyi, melainkan bahasa rasa yang diwariskan lintas generasi.

Pada masa lalu, Mainoro memiliki fungsi sosial yang sangat penting. Ketika teknologi komunikasi belum dikenal, nyanyian ini menjadi media penyampai pesan antarwarga, bahkan antar kampung. Melalui pola suara dan intonasi tertentu, masyarakat dapat mengenali maksud dan pesan yang disampaikan, meski berasal dari kejauhan. Mainoro menjadi semacam “kode suara” yang hanya dipahami oleh mereka yang hidup dalam kebudayaan tersebut.

Mainoro juga tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan maku-maku, tarian adat masyarakat Pulau Seram. Dalam konteks adat, Mainoro berperan sebagai pengiring yang mengikat suasana ritual dan memperkuat makna kebersamaan. Di sinilah Mainoro berfungsi lebih dari sekadar hiburan—ia menjadi bagian dari sistem sosial yang meneguhkan solidaritas, menjaga hubungan antarkelompok, serta memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup.

Namun, perubahan zaman membawa tantangan besar bagi keberlangsungan Mainoro. Masuknya budaya modern, perubahan pola hidup, serta minimnya pewarisan kepada generasi muda membuat tradisi lisan ini semakin jarang dilantunkan. Banyak anak muda Suku UPA,A yang kini tak lagi mengenal Mainoro, apalagi memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Mainoro berisiko hilang dari ruang hidup masyarakat adat. Padahal, hilangnya Mainoro berarti hilangnya sebagian identitas, memori kolektif, dan kearifan lokal Suku UPA,A dan masyarakat Hatumete di Seram Selatan.

Pelestarian Mainoro bukan sekadar menjaga sebuah nyanyian adat, melainkan merawat jejak sejarah dan cara pandang hidup masyarakat adat terhadap alam dan sesama. Diperlukan upaya bersama antara masyarakat adat, generasi muda, serta para pemangku kepentingan kebudayaan agar Mainoro tetap bergema—mengisi kembali keheningan malam Pulau Seram dengan pesan-pesan kebersamaan dan cinta, seperti yang telah dilakukannya sejak dahulu.

Diterbitkan: 24 Desember 2025 pukul 12:36

Terakhir diperbarui: 24 Desember 2025 pukul 12:49

Previous Post

DPPKB Malteng  Libatkan Sekolah Bangun Kesadaran Kependudukan Sejak Dini

Next Post

Dugaan Jejak Bisnis Gunung Botak, HMI Namlea Soroti Pertemuan Djalaludin, La Ode Ida, dan Investor Asing

Related Posts

Wabup Malteng Dorong PUPR Go Digital, Semua Proyek Infrastruktur Dipantau Lewat Peta Spasial

Wabup Malteng Dorong PUPR Go Digital, Semua Proyek Infrastruktur Dipantau Lewat Peta Spasial

by Pieter
Februari 11, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mulai tancap gas mendorong digitalisasi tata kelola pembangunan. Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, turun...

Dari Dapur ke Petaka: Rumah Warga Perumahan Pemda Terbakar

Dari Dapur ke Petaka: Rumah Warga Perumahan Pemda Terbakar

by Pieter
Februari 10, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Aktivitas memasak untuk berjualan bubur yang biasanya menjadi rutinitas pagi justru berubah menjadi petaka bagi Siti Maimuna. Dalam hitungan...

Cegah Kecelakaan dan Pelanggaran, Satlantas Polres Malteng  Turun Langsung Edukasi Sopir dan Pengendara

Cegah Kecelakaan dan Pelanggaran, Satlantas Polres Malteng  Turun Langsung Edukasi Sopir dan Pengendara

by Pieter
Februari 9, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Maluku Tengah mulai menggencarkan sosialisasi Operasi Keselamatan Salawaku 2026 dengan menyasar langsung para pengemudi angkutan umum...

Perjuangan Panjang Jemaat GPM Waipo Terbayar, Gereja Imanuel Diresmikan

Perjuangan Panjang Jemaat GPM Waipo Terbayar, Gereja Imanuel Diresmikan

by Pieter
Februari 8, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Pentahbisan dan peresmian Gedung Gereja Imanuel Jemaat GPM Waipo, Klasis GPM Masohi, menjadi momentum penting yang menandai kuatnya kebersamaan,...

ASN dan Pelajar Dikerahkan  Sapu Bersih Pantai Hingga Pusat Kota Masohi

ASN dan Pelajar Dikerahkan  Sapu Bersih Pantai Hingga Pusat Kota Masohi

by Pieter
Februari 6, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah mengerahkan ribuan aparatur sipil negara (ASN), tenaga honorer, hingga pelajar dalam kerja bakti massal...

Tekan Kecelakaan Lalu Lintas, Satlantas Polres Malteng Tancap Gas Operasi Keselamatan Salawaku 2026

Tekan Kecelakaan Lalu Lintas, Satlantas Polres Malteng Tancap Gas Operasi Keselamatan Salawaku 2026

by Pieter
Februari 6, 2026
0

BERiTATERKININEWS.COM- Upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Maluku Tengah terus digencarkan. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres...

Next Post
Dugaan Jejak Bisnis Gunung Botak, HMI Namlea Soroti Pertemuan Djalaludin, La Ode Ida, dan Investor Asing

Dugaan Jejak Bisnis Gunung Botak, HMI Namlea Soroti Pertemuan Djalaludin, La Ode Ida, dan Investor Asing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Warga Gale-Gale , Labuan Tewas di Jalan Lintas Seram

Warga Gale-Gale , Labuan Tewas di Jalan Lintas Seram

Maret 21, 2026
Anggota TNI AD Diduga Terlibat Komplotan Pencuri Sapi di Buru Akhirnya Dibekuk Warga Waeapo

Anggota TNI AD Diduga Terlibat Komplotan Pencuri Sapi di Buru Akhirnya Dibekuk Warga Waeapo

Februari 28, 2026
Di Balik Seragam Lusuh, Ada Guru yang Tak Pernah Lelah: Keteguhan Ibu Kety Nifaan Menjaga Asa Muridnya

Di Balik Seragam Lusuh, Ada Guru yang Tak Pernah Lelah: Keteguhan Ibu Kety Nifaan Menjaga Asa Muridnya

Februari 28, 2026
Dari Hutan ke Lumbung Pangan: Gerakan Sunyi Jodis Rumasoal Ubah Wajah Neniari di Pegunungan Seram

Dari Hutan ke Lumbung Pangan: Gerakan Sunyi Jodis Rumasoal Ubah Wajah Neniari di Pegunungan Seram

Februari 15, 2026
Skema Karbon di Balik Hutan Adat SBB: 6 Raja Ungkap Dugaan Manipulasi Dokumen Internasional

Skema Karbon di Balik Hutan Adat SBB: 6 Raja Ungkap Dugaan Manipulasi Dokumen Internasional

Maret 17, 2026

EDITOR'S PICK

Indra Sjafri Klaim Permainan Indonesia Tak Buruk Meski dikalahkan Mali

Indra Sjafri Klaim Permainan Indonesia Tak Buruk Meski dikalahkan Mali

Desember 17, 2025
Bukan Seremonial, AMGPM Tegaskan Tanam Pohon adalah Wujud Iman dan Kepedulian Lingkungan

Bukan Seremonial, AMGPM Tegaskan Tanam Pohon adalah Wujud Iman dan Kepedulian Lingkungan

Maret 24, 2026
Alat Berat Beroperasi di Gunung Botak, Penertiban Dihentikan Untuk Rakyat, Longgar Bagi Korporasi?

Alat Berat Beroperasi di Gunung Botak, Penertiban Dihentikan Untuk Rakyat, Longgar Bagi Korporasi?

Januari 23, 2026
Intimidasi Gaya Baru? Dugaan Penghinaan Pers, Dua Bos Tong Ilegal Dipolisikan

Intimidasi Gaya Baru? Dugaan Penghinaan Pers, Dua Bos Tong Ilegal Dipolisikan

April 9, 2026
Beritaterkininews.com

© 2025 Beritaterkininews.com . All Right Reserved.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan

© 2025 Beritaterkininews.com . All Right Reserved.