BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mulai tancap gas mendorong digitalisasi tata kelola pembangunan. Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, turun langsung ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memastikan seluruh data infrastruktur daerah dikelola secara transparan dan berbasis teknologi spasial.
Kunjungan kerja yang berlangsung Rabu (11/2/2025) itu dirangkaikan dengan rapat bersama jajaran pejabat struktural PUPR guna membahas pengembangan Sistem Informasi Spasial sebagai pusat kendali perencanaan dan pengawasan proyek infrastruktur di Malteng.
Dalam pertemuan tersebut, PUPR memaparkan dua inovasi utama yang dinilai menjadi tulang punggung transformasi digital pembangunan daerah.
Inovasi pertama adalah Sistem Informasi Tata Ruang Kabupaten Maluku Tengah, yang menyajikan data pola dan struktur ruang wilayah secara komprehensif. Sistem ini memungkinkan pemerintah hingga masyarakat mengakses informasi tata ruang secara akurat, transparan, dan berbasis peta digital.
Sementara inovasi kedua adalah Sistem Informasi Infrastruktur Ke-PU-an, yang menghimpun seluruh data proyek lintas bidang, mulai dari Bina Marga, Cipta Karya, hingga Sumber Daya Air.
Lewat sistem ini, setiap ruas jalan, pekerjaan fisik, hingga capaian pembangunan dapat dipetakan secara detail, sehingga memudahkan proses monitoring, evaluasi, dan pengambilan kebijakan.
“Dengan data spasial, kita bisa tahu persis lokasi dan kondisi infrastruktur. Perencanaan jadi lebih tepat sasaran dan pengawasan lebih mudah,” ujar salah satu pejabat teknis PUPR saat pemaparan.
Saat ini, PUPR Malteng telah memiliki basis data digital yang memuat seluruh infrastruktur kewenangan kabupaten, termasuk ruas jalan kabupaten, serta terintegrasi dengan jalan nasional, provinsi, hingga desa.
Ke depan, seluruh data tersebut akan disatukan dalam platform Web GIS sebagai pusat data pembangunan daerah.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih program sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.
Wakil Bupati Mario Lawalata mengapresiasi inovasi yang dikembangkan PUPR. Ia menegaskan, digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak agar pembangunan lebih terarah dan akuntabel.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan data manual. Semua harus berbasis sistem dan terintegrasi. Dengan data spasial, perencanaan lebih tepat, pengawasan lebih ketat, dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” tegas Mario.
Ia berharap sistem ini tidak hanya dimanfaatkan PUPR, tetapi juga menjadi model bagi OPD teknis lainnya agar terbangun sinergi data pembangunan lintas sektor.
“Kalau semua OPD terhubung, keputusan pemerintah akan jauh lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.
Dengan hadirnya sistem informasi spasial tersebut, Pemkab Malteng menargetkan perencanaan hingga pelaksanaan proyek infrastruktur berjalan lebih efektif, transparan, dan berbasis data riil di lapangan.
Digitalisasi ini juga membuka peluang kontrol publik yang lebih luas terhadap program pembangunan daerah.
Diterbitkan: 11 Februari 2026 pukul 03:51
Terakhir diperbarui: 11 Februari 2026 pukul 03:53
















