BERITATERKININEWS.COM- Warga Negeri Amahai, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran besar di perairan pesisir setempat, Jumat (1/4/2026). Predator yang diperkirakan memiliki panjang sekitar empat meter itu terlihat berenang tidak jauh dari permukiman warga yang mayoritas berada di bibir pantai.
Kemunculan satwa liar tersebut sontak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Sejumlah warga mengaku was-was, terutama karena lokasi penampakan berada di area yang kerap digunakan untuk aktivitas harian seperti mandi, memancing, hingga bermain anak-anak.
“Saat pertama kali terlihat, kami kira hanya kayu hanyut. Tapi setelah diamati, ternyata buaya besar. Panjangnya sekitar empat meter. Warga langsung panik,” ungkap salah satu warga Amahai yang ditemui media ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, buaya tersebut terlihat bergerak perlahan di permukaan air laut, tidak jauh dari garis pantai dan kawasan permukiman. Foto penampakan hewan predator itu pun beredar luas di media sosial dan memperkuat keresahan masyarakat.
Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Negeri Amahai bergerak cepat. Aparatur pemerintah negeri segera mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu mengurangi aktivitas di laut maupun di pesisir pantai.
“Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati. Untuk sementara, anak-anak dilarang mandi di pantai sampai situasi benar-benar aman,” ujar sumber.
Imbauan ini terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di sepanjang garis pantai. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan area padat aktivitas warga, mulai dari nelayan tradisional hingga anak-anak yang biasa bermain di tepian laut pada sore hari.
Kehadiran buaya di wilayah pesisir bukan sekadar fenomena biasa. Dengan ukuran yang diperkirakan mencapai empat meter, satwa tersebut tergolong predator dewasa yang berpotensi membahayakan keselamatan manusia.
Sejumlah warga menduga kemunculan buaya ini berkaitan dengan perubahan habitat atau pergerakan satwa dari muara sungai menuju perairan pantai. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai asal-usul kemunculan hewan tersebut.
“Kami berharap ada perhatian dari instansi terkait agar dilakukan pemantauan. Jangan sampai ada korban dulu baru ditangani serius,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait dapat segera melakukan peninjauan lapangan dan langkah antisipatif, termasuk pemantauan serta kemungkinan evakuasi satwa apabila dinilai membahayakan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir yang bersinggungan langsung dengan habitat alami satwa liar membutuhkan sistem mitigasi risiko yang jelas dan terkoordinasi.
Untuk sementara, warga Amahai memilih meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di laut, sembari menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang.
Diterbitkan: 01 Mei 2026 pukul 08:04
Terakhir diperbarui: 01 Mei 2026 pukul 08:09















