Masohi, BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memperketat pengawasan pangan selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa hingga menjelang Idulfitri benar-benar aman dan terbebas dari bahan berbahaya.
Pengawasan tersebut ditandai dengan inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon di sejumlah titik distribusi pangan di Kota Masohi.
Sidak menyasar pasar tradisional, pasar modern, sentra penjualan takjil, hingga gudang distributor bahan pangan.
Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari potensi peredaran makanan yang tidak layak konsumsi.
“Kami ingin memastikan makanan yang beredar di masyarakat selama Ramadan benar-benar aman. Sidak ini bukan untuk menghambat aktivitas pedagang, tetapi untuk melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Lawalata saat sidak Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, bulan Ramadan selalu diikuti dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama pada waktu berbuka puasa dan menjelang perayaan Idulfitri. Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjual produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Karena itu, tim gabungan melakukan pemeriksaan langsung terhadap berbagai jenis bahan pangan yang beredar di pasaran.
Petugas memeriksa bahan pangan segar seperti ikan, daging, sayur, serta berbagai produk makanan kemasan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap masa kedaluwarsa, izin edar produk, hingga kondisi kemasan.
Tidak hanya itu, di sentra penjualan takjil, petugas juga mengambil sejumlah sampel makanan untuk dilakukan uji cepat guna memastikan makanan tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil.
Pihak BPOM Ambon juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang dan masyarakat mengenai pentingnya memilih makanan yang aman untuk dikonsumsi.
Salah satu pesan utama yang disampaikan kepada masyarakat adalah penerapan prinsip Cek KLIK, yakni Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan.
Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk melindungi konsumen, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran pedagang agar menjual produk yang aman dan sesuai standar kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap pengawasan ini dapat memutus rantai peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan selama Ramadan.
Dengan pengawasan yang diperketat, diharapkan setiap hidangan yang tersaji di meja makan masyarakat saat berbuka puasa hingga Hari Raya Idulfitri benar-benar menjadi makanan yang aman, sehat, dan membawa keberkahan bagi setiap keluarga.
Diterbitkan: 05 Maret 2026 pukul 10:00
Terakhir diperbarui: 05 Maret 2026 pukul 10:03
















