Ambon, BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tak ingin Pantai Natsepa hanya dikenal sebagai ikon lama tanpa sentuhan pembaruan. Komitmen itu ditegaskan melalui rapat on the spot yang digelar langsung di kawasan Pantai Natsepa, Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Rabu (4/3/2026).
Bukan di ruang ber-AC, rapat strategis ini sengaja dilakukan di tepi pantai. Ombak, deretan lapak pedagang, hingga kondisi parkir dan akses jalan menjadi “bahan evaluasi nyata” di hadapan Bupati dan jajaran OPD.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa penataan Natsepa bukan lagi wacana, melainkan masuk tahap eksekusi.
Rapat tersebut dihadiri Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir bersama jajaran Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Bapplitbangda, Camat Salahutu, serta perangkat daerah terkait lainnya.
Setiap dinas memaparkan rencana strategis sesuai tupoksi masing-masing. Mulai dari pembenahan infrastruktur dasar, pengaturan parkir dan arus lalu lintas, hingga penataan kebersihan kawasan.
Kepala Dinas PUPR, Hasan Firdaus memaparkan rencana penataan fasilitas umum dan pengembangan ruang terbuka yang lebih representatif serta ramah bagi pelaku UMKM.
Bupati dalam arahannya menegaskan, penataan Natsepa harus dilakukan secara terintegrasi dan tidak parsial.
“Penataan Natsepa tidak boleh setengah-setengah. Kita bicara kawasan wisata unggulan, maka konsepnya harus menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan. Infrastruktur dibangun, tetapi lingkungan pesisir tetap harus dijaga,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, pendekatan pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga harus menyentuh kesejahteraan masyarakat setempat.
“UMKM dan masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dari pengembangan ini. Jangan sampai mereka tersisih di tanah sendiri,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Dinas Perhubungan menyoroti pentingnya penataan sistem parkir dan rekayasa lalu lintas, terutama saat akhir pekan dan musim liburan yang kerap memicu kemacetan.
Sementara Dinas Pariwisata menekankan perlunya konsep penataan berbasis daya tarik kawasan, agar Natsepa tidak hanya menawarkan panorama pantai, tetapi juga pengalaman wisata yang nyaman dan tertata.
Persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius, mengingat kawasan pesisir rentan terhadap pencemaran.
Usai rapat, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah titik prioritas penanganan. Ia juga berdialog langsung dengan para pedagang dan warga setempat.
Sejumlah pedagang berharap penataan dilakukan tanpa menggusur dan tetap memberi ruang usaha yang layak.
“Yang penting kami tetap bisa berjualan dengan tempat yang lebih rapi dan nyaman,” ujar salah satu pedagang kepada Bupati.
Pendekatan dialogis ini memperlihatkan bahwa pemerintah berupaya memastikan pembangunan berjalan tanpa menimbulkan keresahan sosial.
Pantai Natsepa selama ini menjadi salah satu destinasi favorit di Maluku. Namun tanpa penataan serius, kawasan tersebut berisiko kehilangan daya saing.
Rapat on the spot ini menjadi momentum awal penataan menyeluruh. mulai dari wajah kawasan, tata kelola, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Jika rencana ini berjalan konsisten, Natsepa bukan hanya akan tampil lebih indah, tetapi juga menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Maluku Tengah.
Diterbitkan: 04 Maret 2026 pukul 09:57
Terakhir diperbarui: 04 Maret 2026 pukul 15:25
















