Ambon, BERITATERKININEWS.COM – Di antara riuh tawa siswa-siswi TK Pembina 1 Trana, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, yang mengikuti study tour edukatif di Kota Ambon, ada dua wajah kecil yang menyimpan cerita berbeda.
Mereka adalah El dan Tristan Aihery. Beberapa minggu sebelumnya, kedua bocah itu harus menghadapi pengalaman yang tidak mudah bagi anak seusia mereka. Rumah tempat mereka tinggal dilalap api dalam sebuah peristiwa kebakaran yang mengguncang lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun pada hari itu, di halaman pos pemadam kebakaran di Kota Ambon, El dan Tristan tidak lagi sekadar menjadi korban dari peristiwa tersebut. Mereka berdiri bersama teman-temannya, memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu bagaimana para petugas pemadam kebakaran bekerja.
Sirene mobil damkar, selang air raksasa, hingga helm dan pakaian pelindung petugas menjadi sesuatu yang mereka lihat dari dekat untuk pertama kalinya.
Bagi sebagian anak, kunjungan itu mungkin sekadar bagian dari kegiatan study tour. Namun bagi El dan Tristan, momen itu memiliki arti yang jauh lebih dalam.
Kepala TK Pembina 1 Trana, Kety Nifaan, mengatakan bahwa kunjungan ke pos pemadam kebakaran memang sengaja dimasukkan dalam agenda kegiatan belajar di luar kelas.
“Secara kebetulan ada dua anak didik kami yang beberapa minggu lalu mengalami musibah kebakaran. Karena itu kami membawa mereka ke pemadam kebakaran agar anak-anak bisa belajar bagaimana menyelamatkan diri jika suatu saat terjadi kebakaran,” ujar Kety Nifaan.
Menurutnya, edukasi tentang keselamatan diri sejak usia dini sangat penting, terutama bagi anak-anak yang pernah mengalami langsung peristiwa tersebut.
“Dengan melihat langsung bagaimana petugas bekerja, anak-anak bisa memahami bahwa ada cara untuk menghadapi situasi darurat. Mereka juga belajar bagaimana harus bersikap jika terjadi kebakaran,” jelasnya.
Kunjungan itu sendiri merupakan bagian dari study tour edukatif yang diikuti seluruh siswa TK Pembina 1 Trana di Kota Ambon.
Kegiatan tersebut menjadi puncak tema pembelajaran transportasi yang selama ini dipelajari anak-anak di dalam kelas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para siswa diajak mengunjungi sejumlah lokasi penting seperti Bandara Pattimura, Museum Siwalima, hingga fasilitas pemadam kebakaran.
Melalui kunjungan ke Bandara Pattimura, anak-anak dapat melihat secara langsung berbagai jenis transportasi udara yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui buku pelajaran.
“Selama ini anak-anak hanya belajar dari gambar dan penjelasan guru di kelas. Ketika mereka melihat langsung pesawat dan fasilitas transportasi lainnya, rasa ingin tahu mereka muncul dengan sendirinya,” kata Kety.
Selain memperluas wawasan, kegiatan belajar di luar kelas ini juga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk memahami dunia di sekitar mereka.
Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari melihat pesawat di bandara, mengenal sejarah Maluku di Museum Siwalima, hingga belajar tentang keselamatan di pos pemadam kebakaran.
Kegiatan study tour ini terlaksana berkat dukungan penuh dari para orang tua murid serta panitia kecil yang dibentuk oleh pihak sekolah.
Menariknya, anak-anak juga diajarkan nilai kemandirian melalui kebiasaan menabung di sekolah.
“Anak-anak kami ajarkan menabung setiap minggu sebesar Rp5.000. Dari kebiasaan sederhana itu mereka belajar disiplin dan tanggung jawab. Orang tua juga sangat mendukung kegiatan ini karena mereka ingin anak-anak mereka bisa melihat dunia yang lebih luas,” ungkap Kety.
Bagi El dan Tristan Aihery, perjalanan itu mungkin hanya satu bagian kecil dari kegiatan sekolah mereka.
Namun ketika mereka berdiri di dekat mobil pemadam kebakaran, mendengarkan penjelasan para petugas, dan melihat bagaimana api bisa dipadamkan, ada pelajaran penting yang mereka bawa pulang.
Dari sebuah pengalaman pahit, mereka mulai belajar memahami bahwa bahaya bisa dihadapi dengan pengetahuan dan keberanian. Dan di tengah riuh tawa teman-teman mereka, dua bocah kecil itu perlahan mengubah kenangan tentang api menjadi pelajaran tentang bagaimana bertahan dan melindungi diri.
Diterbitkan: 10 Maret 2026 pukul 15:01
Terakhir diperbarui: 10 Maret 2026 pukul 15:07
















