BERITATERKININEWS.COM- Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Negeri Tehoru, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, menuai keluhan warga. Pasokan air bersih dilaporkan tidak mengalir ke rumah pelanggan selama hampir sepekan, sementara kewajiban pembayaran tagihan beserta denda keterlambatan tetap diberlakukan.
Salah satu warga sekaligus pelanggan PDAM, Liken, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebut, saat pelanggan terlambat membayar tagihan, PDAM langsung mengenakan denda. Namun ketika air tidak mengalir, warga tidak mendapatkan penjelasan maupun kepastian layanan.
“Kami sebagai warga dan pelanggan PDAM sangat kecewa. Sudah hampir satu pekan air tidak mengalir, padahal kami sangat membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Mau tidak mau, kami terpaksa mengambil air di sungai untuk minum dan keperluan lainnya,” ujar Liken, Kamis (23/1/2026).
Ironisnya, sumber air baku PDAM Tehoru berasal dari sungai di wilayah Negeri Tehoru yang selama ini dikenal tidak pernah kering. Namun, menurut warga, distribusi air tetap bermasalah baik saat musim hujan maupun musim kemarau.
“Kalau musim hujan, air kadang mengalir tapi tidak bisa dikonsumsi. Kalau musim panas lebih parah, air lebih sering tidak mengalir sama sekali,” ungkap Liken.
Ia juga menyoroti ketimpangan perlakuan antara kewajiban pelanggan dan tanggung jawab penyedia layanan.
“Katong terlambat bayar langsung kena denda. Tapi saat air tidak mengalir, tidak ada penjelasan dari pihak PDAM untuk katong,” katanya.
Menurut Liken, kondisi tersebut menempatkan masyarakat pada posisi serba sulit. Di satu sisi, pelanggan diwajibkan membayar iuran bulanan, namun di sisi lain tidak mendapatkan layanan yang layak.
“Katong seng bayar kena denda, katong bayar tapi air jarang mengalir. Katong masyarakat ini jadi serba salah,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah desa tidak tinggal diam. Mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, Liken meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PDAM Tehoru, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
“Beta berharap Pemda Maluku Tengah bisa mengevaluasi kinerja PDAM Tehoru. Bulan depan sudah masuk bulan Ramadan, kebutuhan air pasti meningkat, khususnya bagi umat Muslim,” ujarnya.
Selain itu, ia juga meminta Pemerintah Desa Tehoru menjadikan persoalan ini sebagai perhatian khusus dan bahan evaluasi dalam penyusunan program desa ke depan.
“Kejadian seperti ini sering terjadi. Harusnya ini jadi bahan evaluasi agar ke depan pelayanan air bersih bisa lebih baik,” tutup Liken.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tehoru maupun Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Diterbitkan: 23 Januari 2026 pukul 14:46
Terakhir diperbarui: 23 Januari 2026 pukul 14:49
















