Beritaterkininews.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI
Jumat, Mei 1, 2026
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan
No Result
View All Result
Morning News
  • Beranda
  • Ambon
  • Buru
  • Bursel
  • Malra
  • Malteng
  • Tual
  • Sbb
  • Sbt
  • Aru
No Result
View All Result
Home Malteng

Hutan Dilindungi, Warga Terisolasi: Potret Sunyi Maraina, Manusela, dan Hatuolo

Penulis: Fredy Laumaly | Editor: Paet
Sabtu, 21 Februari 2026
Facebook X WhatsApp Telegram
Hutan Dilindungi, Warga Terisolasi: Potret Sunyi Maraina, Manusela, dan Hatuolo

Seram Utara, BERITATERKININEWS.COM – Di jantung Pegunungan Seram Utara, janji pembangunan terdengar seperti gema yang tak pernah benar-benar sampai. Di negeri Maraina, Manusela, dan Hatuolo, masyarakat masih memikul hidup mereka sendiri secara harfiah.

Tak ada jalan kendaraan. Tak ada akses darurat. Tak ada infrastruktur dasar yang layak. Yang tersedia hanyalah jalan setapak berlumpur dan licin yang membelah hutan lebat. Berjam-jam warga berjalan kaki, memanggul hasil kebun, bahan makanan, bahkan orang sakit di atas punggung.

BACA JUGA:

Buaya 4 Meter Muncul di Pesisir Amahai, Warga Resah, Pemerintah Negeri Keluarkan Imbauan

Kepemimpinan Progresif Zulkarnain, Pendidikan Jarak Jauh Jadi Senjata Bangun Malteng

Pemandangan warga berjalan beriringan dengan keranjang rotan besar bukan sekadar tradisi turun-temurun. Itu adalah simbol keterpaksaan. Sebuah realitas yang berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian solusi.

Kawasan ini berada dalam wilayah hutan yang dilindungi. Negara hadir melalui aturan, larangan, dan pembatasan. Namun kehadiran itu terasa sepihak.

Hutan dijaga. Pohon-pohon dilindungi. Tetapi manusia yang hidup turun-temurun di dalamnya justru terjebak dalam keterisolasian.

Pertanyaan publik menjadi relevan, apakah kebijakan konservasi harus selalu mengorbankan hak dasar warga untuk mendapatkan akses jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan?

Warga tidak menuntut jalan raya besar atau proyek ambisius. Mereka hanya meminta akses sederhana dan manusiawi jalan yang memungkinkan anak-anak bersekolah tanpa risiko cedera, serta jalur yang memastikan orang sakit tidak lagi dipanggul berjam-jam menembus hutan.

Fredy Fernando Laumaly, guru yang mengabdikan diri di Negeri Hatuolo, menyaksikan sendiri dampak keterisolasian itu terhadap pendidikan anak-anak.

“Setiap hari anak-anak berjalan kaki jauh sekali melewati jalan berlumpur. Kalau hujan, mereka sering jatuh. Tapi mereka tetap datang sekolah. Ini bukan soal kenyamanan, ini soal keselamatan dan masa depan mereka,” ujarnya.

Menurut Fredy, persoalan ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan soal keadilan pembangunan.

“Kami tidak minta yang mewah. Cukup jalan sederhana yang bisa dilalui dengan aman. Kalau ada warga sakit, jangan lagi harus dipanggul berjam-jam. Negara harus hadir, bukan hanya lewat aturan, tapi lewat solusi,” tegasnya.

Realitas di Pegunungan Seram Utara adalah potret ketimpangan pembangunan di Maluku. Infrastruktur bertumbuh di kota dan pesisir, sementara wilayah pegunungan masih berjuang dengan akses dasar.

Kementerian PUPR memiliki mandat membangun konektivitas nasional. Kementerian Kehutanan memiliki kewenangan mengatur kawasan hutan. Pertanyaannya, apakah kedua institusi ini telah duduk bersama mencari solusi konkret bagi warga yang hidup di dalam kawasan lindung?

Apakah sudah ada kajian khusus? Apakah sudah ada skema pembangunan akses terbatas berbasis lingkungan? Ataukah persoalan ini terus dibiarkan menjadi cerita rutin tanpa tindak lanjut nyata?

Sorotan kini mengarah kepada anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku: Widya Pratiwi (PAN), Saadiah Uluputty (PKS), Mercy Chriesty Barends (PDI Perjuangan), dan F. Alimudin Kolatlena (Gerindra).

Mereka adalah representasi politik rakyat Maluku di Senayan. Persoalan Maraina, Manusela, dan Hatuolo bukan isu kecil yang bisa dilewatkan. Ini adalah ujian keberpihakan.

Apakah suara masyarakat pegunungan sudah diperjuangkan dalam rapat-rapat bersama kementerian terkait? Apakah ada langkah konkret mendorong solusi lintas kementerian? Ataukah keterisolasian ini akan kembali tenggelam dalam agenda nasional yang lebih besar?

Masyarakat tidak membutuhkan simpati sesaat. Mereka membutuhkan keberanian politik untuk mendorong solusi yang adil, menjaga hutan tanpa mematikan akses hidup manusia di dalamnya.

Maraina, Manusela, dan Hatuolo bukan sekadar titik di peta. Mereka adalah warga negara yang hak konstitusionalnya dijamin. Ketika anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan demi sekolah dan orang sakit harus dipanggul berjam-jam untuk bertahan hidup, maka persoalan ini bukan lagi isu lokal ini adalah soal kehadiran negara.

Di tengah hutan yang dijaga ketat, suara mereka mungkin pelan. Namun jeritan yang dipanggul setiap hari adalah panggilan yang tak boleh lagi diabaikan.

 

Diterbitkan: 21 Februari 2026 pukul 06:42

Terakhir diperbarui: 21 Februari 2026 pukul 06:47

Previous Post

Isu Lingkungan Menjadi Titik Mula AMGPM Lease Realisasi Program Unggulan Tanaman Produktif

Next Post

Hutan Dilindungi, Warga Terisolasi: Potret Sunyi Maraina, Manusela, dan Hatuolo

Related Posts

Buaya 4 Meter Muncul di Pesisir Amahai, Warga Resah, Pemerintah Negeri Keluarkan Imbauan

Buaya 4 Meter Muncul di Pesisir Amahai, Warga Resah, Pemerintah Negeri Keluarkan Imbauan

by Pieter
Mei 1, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Warga Negeri Amahai, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran besar di perairan pesisir setempat,...

Kepemimpinan Progresif Zulkarnain, Pendidikan Jarak Jauh Jadi Senjata Bangun Malteng

Kepemimpinan Progresif Zulkarnain, Pendidikan Jarak Jauh Jadi Senjata Bangun Malteng

by Pieter
April 30, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Komitmen Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam membangun sumber daya manusia unggul kembali ditegaskan. Di tengah tantangan geografis...

Tak Lagi Jual Mentah! Pabrik Hilirisasi Kelapa–Pala Dibangun di Malteng, Petani Siap Naik Kelas

Tak Lagi Jual Mentah! Pabrik Hilirisasi Kelapa–Pala Dibangun di Malteng, Petani Siap Naik Kelas

by Pieter
April 29, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Langkah besar transformasi ekonomi resmi dimulai di Kabupaten Maluku Tengah. Ground breaking pembangunan pabrik hilirisasi kelapa dan pala oleh...

Tak Sekadar MoU, Ini Komitmen Nyata Pemkab Malteng Lindungi Hak Sipil Warga Naulu

Tak Sekadar MoU, Ini Komitmen Nyata Pemkab Malteng Lindungi Hak Sipil Warga Naulu

by Pieter
April 28, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah resmi memperkuat sinergi penanganan persoalan hukum dengan Kejaksaan Negeri Maluku Tengah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama...

Pemkab Malteng Apresiasi Studi FKUI–Poltekkes Maluku, Bupati: Data Akademik Jadi Dasar Kebijakan Imunisasi

Pemkab Malteng Apresiasi Studi FKUI–Poltekkes Maluku, Bupati: Data Akademik Jadi Dasar Kebijakan Imunisasi

by Pieter
April 27, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan studi UNDERV AC-ID yang digelar pada Senin (27/4/2026), hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran...

Soroti Tata Kelola TPA, Wabup Malteng Minta DLH Bergerak ke Sistem Modern dan Ramah Lingkungan

Soroti Tata Kelola TPA, Wabup Malteng Minta DLH Bergerak ke Sistem Modern dan Ramah Lingkungan

by Pieter
April 24, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikelola Dinas Lingkungan...

Next Post
Hutan Dilindungi, Warga Terisolasi: Potret Sunyi Maraina, Manusela, dan Hatuolo

Hutan Dilindungi, Warga Terisolasi: Potret Sunyi Maraina, Manusela, dan Hatuolo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Warga Gale-Gale , Labuan Tewas di Jalan Lintas Seram

Warga Gale-Gale , Labuan Tewas di Jalan Lintas Seram

Maret 21, 2026
Anggota TNI AD Diduga Terlibat Komplotan Pencuri Sapi di Buru Akhirnya Dibekuk Warga Waeapo

Anggota TNI AD Diduga Terlibat Komplotan Pencuri Sapi di Buru Akhirnya Dibekuk Warga Waeapo

Februari 28, 2026
Di Balik Seragam Lusuh, Ada Guru yang Tak Pernah Lelah: Keteguhan Ibu Kety Nifaan Menjaga Asa Muridnya

Di Balik Seragam Lusuh, Ada Guru yang Tak Pernah Lelah: Keteguhan Ibu Kety Nifaan Menjaga Asa Muridnya

Februari 28, 2026
Dari Hutan ke Lumbung Pangan: Gerakan Sunyi Jodis Rumasoal Ubah Wajah Neniari di Pegunungan Seram

Dari Hutan ke Lumbung Pangan: Gerakan Sunyi Jodis Rumasoal Ubah Wajah Neniari di Pegunungan Seram

Februari 15, 2026
Skema Karbon di Balik Hutan Adat SBB: 6 Raja Ungkap Dugaan Manipulasi Dokumen Internasional

Skema Karbon di Balik Hutan Adat SBB: 6 Raja Ungkap Dugaan Manipulasi Dokumen Internasional

Maret 17, 2026

EDITOR'S PICK

Di Balik Study Tour TK Pembina 1 Trana, Ada Kisah Haru Dua Anak Korban Kebakaran

Di Balik Study Tour TK Pembina 1 Trana, Ada Kisah Haru Dua Anak Korban Kebakaran

Maret 10, 2026
Aksi Cipayung Plus di Namlea Soroti Dugaan Keterlibatan WNA di Tambang Gunung Botak

Aksi Cipayung Plus di Namlea Soroti Dugaan Keterlibatan WNA di Tambang Gunung Botak

Januari 7, 2026
Sepekan Pukul Sapu Mamala: Spirit Persaudaraan Menggema, Bupati Malteng Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Leluhur

Sepekan Pukul Sapu Mamala: Spirit Persaudaraan Menggema, Bupati Malteng Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Leluhur

Maret 29, 2026
Polsek Pasanea Bentuk Sabuk Kamtibmas, Pemuda Jadi Garda Depan Lawan Miras dan Gangguan Keamanan

Polsek Pasanea Bentuk Sabuk Kamtibmas, Pemuda Jadi Garda Depan Lawan Miras dan Gangguan Keamanan

April 6, 2026
Beritaterkininews.com

© 2025 Beritaterkininews.com . All Right Reserved.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan

© 2025 Beritaterkininews.com . All Right Reserved.