Ambon, BERITATERKININEWS.COM- Laut bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Maluku Tengah bukan sekadar bentang alam. Laut adalah dapur kehidupan, ruang kerja, sekaligus masa depan generasi nelayan.
Di kampung-kampung pesisir, aktivitas melaut telah menjadi denyut kehidupan yang diwariskan turun-temurun. Dari subuh hingga senja, perahu-perahu nelayan berangkat dan kembali membawa hasil tangkapan yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.
Kini, harapan baru mulai tumbuh bagi masyarakat pesisir di daerah tersebut.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menggulirkan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bertujuan memperkuat kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam sosialisasi program yang digelar di Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (11/3/2026), Kabupaten Maluku Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pengembangan program tersebut.
Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir bersama sejumlah kepala daerah di Maluku, unsur Forkopimda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam program tersebut, tujuh kampung nelayan di Maluku Tengah telah ditetapkan sebagai lokasi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Negeri Pelauw, Negeri Noloth, Yainuelo, Besi, Parigi, Labuan, dan Negeri Lima.
Sebagian besar kampung tersebut dikenal sebagai kawasan pesisir dengan potensi perikanan tangkap yang melimpah.
Negeri Pelauw di Pulau Haruku, misalnya, sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra nelayan tradisional di Maluku. Aktivitas penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, hingga perdagangan ikan telah menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Hal yang sama juga terlihat di Negeri Noloth, Negeri Lima, hingga sejumlah kampung pesisir di wilayah Seram Selatan yang memiliki sumber daya laut yang melimpah namun belum sepenuhnya didukung infrastruktur perikanan yang memadai.
Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah berupaya mendorong transformasi kampung-kampung nelayan tersebut menjadi kawasan pesisir yang lebih produktif dan modern.
Program ini tidak hanya menyasar peningkatan produksi perikanan, tetapi juga pembangunan sarana pendukung seperti fasilitas pengolahan hasil laut, peningkatan kapasitas nelayan, hingga penguatan rantai pemasaran produk perikanan.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyambut positif penetapan sejumlah kampung di wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, program ini membuka peluang besar bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah memberikan perhatian kepada wilayah pesisir di Maluku Tengah. Program Kampung Nelayan Merah Putih ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat pengembangan sektor perikanan di daerah,” ujar Zulkarnain.
Ia menambahkan, pengembangan kampung nelayan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Melalui program ini kita berharap kampung-kampung nelayan di Maluku Tengah dapat berkembang menjadi kawasan pesisir yang maju, produktif, dan memiliki daya saing,” tambahnya.
Sebagai daerah kepulauan, Maluku Tengah memiliki garis pantai yang panjang serta potensi sumber daya laut yang sangat besar.
Namun selama ini, sebagian kawasan pesisir masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana perikanan, akses pasar, hingga pengolahan hasil tangkapan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi pintu masuk bagi pembangunan kawasan pesisir yang lebih terintegrasi.
Jika dikelola secara optimal, kampung-kampung nelayan tersebut tidak hanya akan menjadi pusat produksi perikanan, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai sentra ekonomi baru berbasis kelautan di wilayah Maluku Tengah.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi program tersebut melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan.
Dengan langkah tersebut, harapan baru pun mulai tumbuh di pesisir Maluku Tengah bahwa dari laut, kesejahteraan masyarakat nelayan dapat terus dibangun dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Diterbitkan: 11 Maret 2026 pukul 14:30
Terakhir diperbarui: 11 Maret 2026 pukul 14:37
















