BERITATERKININEWS.COM- Alih-alih menjadi pusat pengolahan ikan modern, bangunan megah senilai Rp21 miliar di Kecamatan Tehoru justru berubah menjadi “rumah hantu” proyek pemerintah.
Sentra industri pengolahan ikan yang dibangun sejak 2018 oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Maluku Tengah itu kini mangkrak total. Tak ada mesin beroperasi, tak ada pekerja, tak ada produksi. Yang tumbuh hanya semak liar.
Pantauan media ini, halaman dan sekitar bangunan dipenuhi rumput tinggi. Beberapa sudut bahkan telah dimanfaatkan warga sebagai kebun sayur dan tanaman pangan.
Fasilitas yang seharusnya menopang ekonomi nelayan, kini justru menjadi lahan kasbi.
“Dibangunnya besar, tapi seng ada manfaat. Katong pakai tanam saja. Kacang, sayur, kasbi,” tutur seorang warga.
Ia mengaku sejak awal bangunan itu berdiri, belum pernah melihat aktivitas pengolahan ikan.
“Seng tau dong bangun par apa. Katanya par pengelola ikan, tapi sampe sekarang kosong saja,” tambahnya.
Padahal, proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dirancang untuk menjadikan Tehoru sebagai sentra pengolahan ikan asin higienis dan bernilai ekonomi tinggi. Harapannya, nelayan mendapat nilai tambah, lapangan kerja tercipta, dan roda ekonomi desa bergerak.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, bangunan miliaran rupiah terbengkalai, tanpa kejelasan operasional. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik, apakah perencanaan proyek gagal, atau pengelolaannya yang tidak serius?
Warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan.
“Katong berharap Pa Bupati baru bisa lihat ini. Jangan sampe bangunan mahal begini cuma jadi kebun,” harap warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas teknis terkait alasan mangkraknya fasilitas tersebut.
Diterbitkan: 12 Februari 2026 pukul 06:41
Terakhir diperbarui: 12 Februari 2026 pukul 06:45
















