KAIRATU,BERITATERKININEWS.COM- Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Kamarian, Klasis Kairatu, resmi menggelar Persidangan Jemaat ke-41, Minggu (22/2/2026), bertempat di Gedung Gereja Karmel, Desa Kamarian.
Sidang tahunan tersebut diawali dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) Kairatu, Pdt. Thomas Kainama, S.Th. Suasana pembukaan berlangsung khidmat, diawali tarian penyambutan oleh anak-anak Sektor Agape selaku tuan dan nyonya rumah sekaligus panitia pelaksana.
Persidangan ke-41 ini mengusung tema lima tahunan GPM 2025–2030, “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad”, dengan subtema pelayanan tahun 2026, “Layanilah Umat dengan Tekun”, sebagaimana ditegaskan dalam 1 Petrus 5:10.
Tema tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan dan keberlanjutan pelayanan GPM merupakan bagian dari karya anugerah Allah yang terus meneguhkan gereja dalam dinamika zaman.
Dalam khotbahnya, Pdt. Thomas Kainama mengingatkan bahwa gereja harus tetap berdiri teguh di tengah perubahan dunia.
“Persidangan jemaat bukan sekadar agenda rutin gerejawi, tetapi momentum iman untuk menata pelayanan agar tetap relevan dan berdampak bagi umat serta masyarakat,” ujarnya.
Pembacaan Alkitab diambil dari Mazmur 22:20–25 yang menegaskan pengharapan umat kepada Tuhan di tengah pergumulan.
Usai ibadah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Morets Putirulan.
Dalam laporannya, Putirulan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya persidangan tersebut.
“Kami panitia dari Sektor Agape mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja, karena dengan pertolongan-Nya Persidangan ke-41 ini dapat terselenggara. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu secara moril maupun materil,” ungkap Putirulan.
Ia menjelaskan, persidangan ke-41 bertujuan untuk
- Mengevaluasi program kerja dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ) 2025/2026
- Menetapkan program kerja jemaat tahun pelayanan 2026
- Membahas Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2026–2030
- Memperkuat kemandirian dan pembenahan internal jemaat
Ketua Majelis Jemaat GPM Kamarian, Pdt. Ruben Nunuela, S.Th, dalam pidatonya menegaskan bahwa persidangan jemaat merupakan amanat Tata Gereja GPM untuk menetapkan arah pelayanan secara kolektif dan bertanggung jawab.
“Gereja harus membangun karakter umat, melayani dengan sungguh hati, serta merawat harmoni sosial dan semangat hidup orang basudara di tengah arus informasi dan perkembangan teknologi yang semakin deras,” tegas Nunuela.
Menurutnya, gereja juga harus menjadi ruang pembinaan iman sekaligus ruang literasi sosial keumatan yang harmonis.
Ia berharap, melalui persidangan ini lahir keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkokoh persekutuan serta meneguhkan kesaksian gereja dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua MPK Kairatu, Pdt. Amus Pesireron, S.Th, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jemaat yang terlibat aktif.
“Sidang jemaat harus menjadi ruang pengambilan keputusan yang visioner. Gereja dipanggil untuk setia, relevan, dan berorientasi pada pembangunan kehidupan jemaat yang hidup dalam kasih dan sukacita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap pembinaan keluarga, anak, remaja, dan pemuda sebagai investasi masa depan gereja.
“Partisipasi aktif seluruh peserta sidang sangat menentukan kualitas keputusan yang dihasilkan demi kemajuan pelayanan jemaat ke depan,” tambahnya.
Pembukaan resmi Persidangan Jemaat ke-41 ditandai dengan pelepasan ikan nila ke dalam akuarium serta penandatanganan berita acara oleh Ketua MPK Kairatu, Pdt. Amus Pesireron.
Simbol tersebut dimaknai sebagai harapan agar pelayanan jemaat terus bertumbuh, hidup, dan menjadi berkat di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam persidangan tersebut antara lain, Kepala Desa Kamarian, Jance Tuhehay, Ketua BPD Desa Kamarian, Jeri Huemase, Ketua Daerah AMGPM Kairatu, Yusli Pentury, Ketua Cabang Boanerges, Marjon Tuhehay, Para kepala sekolah se-Desa Kamarian, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kamarian
Persidangan ke-41 Jemaat GPM Kamarian bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis menuju satu abad GPM, dengan fokus pada penataan pelayanan, penguatan kemandirian jemaat, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai hidup orang basudara di tengah tantangan era digital.
Diterbitkan: 23 Februari 2026 pukul 13:04
Terakhir diperbarui: 23 Februari 2026 pukul 13:07
















