BERITATERKININEWS.COM- Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian berbasis kearifan lokal merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Batam, Kepulauan Riau, pada 18–20 Januari 2026.
Sebagai Wakil Ketua Umum Apkasi, Zulkarnain memanfaatkan forum nasional tersebut untuk menyuarakan kepentingan daerah kepulauan, khususnya Maluku Tengah, yang memiliki tantangan geografis dan sosial ekonomi berbeda dengan wilayah daratan. Salah satu agenda strategis yang dijalankannya adalah pertemuan langsung dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, guna mendorong kebijakan pertanian yang lebih berpihak pada daerah kepulauan.
Dalam pertemuan itu, Zulkarnain menekankan bahwa pertanian tidak boleh dipandang semata sebagai sektor produksi, melainkan sebagai instrumen strategis dalam menjamin ketersediaan pangan dan memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Wilayah kepulauan memiliki keterbatasan akses, infrastruktur, dan kondisi alam yang berbeda. Karena itu, kebijakan pertanian tidak bisa diseragamkan. Pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi keharusan agar ketahanan pangan benar-benar terjaga,” ujar Zulkarnain Awat Amir.
Ia menjelaskan, Maluku Tengah memiliki tradisi dan pola bertani lokal yang telah teruji dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat. Namun, tanpa dukungan kebijakan yang tepat, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal.
“Pertanian di Maluku Tengah bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi tentang menjaga keberlanjutan hidup masyarakat, memperkuat ekonomi desa, dan memastikan pangan tetap tersedia dari sumber-sumber lokal,” tegasnya.
Zulkarnain menilai, penguatan pertanian berbasis lokal juga berkontribusi langsung terhadap pengurangan ketergantungan pangan dari luar daerah, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha tani di desa-desa kepulauan.
Untuk itu, ia berharap Kementerian Pertanian dapat memberikan kebijakan afirmatif bagi daerah kepulauan, mulai dari penguatan program pertanian berbasis lokal, bantuan sarana dan prasarana produksi, pendampingan teknologi tepat guna, hingga peningkatan akses distribusi dan pemasaran hasil pertanian.
Rakernas Apkasi yang dihadiri ratusan bupati se-Indonesia tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan ekonomi kerakyatan.
Diterbitkan: 19 Januari 2026 pukul 10:32
Terakhir diperbarui: 19 Januari 2026 pukul 10:35
















