BERITATERKININEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya untuk memastikan arah pembangunan pendidikan lima tahun ke depan berjalan secara partisipatif, transparan, dan berorientasi pada mutu. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Lokakarya IV Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Rakib Sahubawa, menekankan bahwa Renstra bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan operasional strategis yang harus mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.
“Renstra tidak boleh hanya menjadi tumpukan kertas. Dokumen ini harus menjadi pedoman kerja yang menjawab tantangan riil pendidikan di Maluku Tengah. Kita tidak lagi semata berbicara tentang kuantitas bangunan sekolah, tetapi tentang mutu pembelajaran dan hasil belajar anak-anak kita,” tegas Bupati.
Melalui forum konsultasi publik tersebut, Bupati meminta agar Renstra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mampu merespons sejumlah isu strategis, di antaranya peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan karakter dan kebudayaan lokal.
Sejalan dengan itu, Pemkab Maluku Tengah juga mendorong penguatan kolaborasi dengan Program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Fase 3. Integrasi antara Renstra dan Program INOVASI diharapkan dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan tersebut.
“Maluku Tengah bertekad menjadi salah satu laboratorium kebijakan pendidikan daerah kepulauan di Indonesia. Karena itu, saya meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta seluruh jajaran menjadikan praktik-praktik baik dari Program INOVASI sebagai bagian dari kebijakan operasional Dinas, bukan kegiatan yang terpisah,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati berharap seluruh peserta lokakarya dapat berperan aktif memberikan masukan yang konstruktif dan relevan, sehingga dokumen Renstra yang dihasilkan benar-benar implementatif, terukur, dan akuntabel dalam menjawab persoalan pendidikan dan kebudayaan di Maluku Tengah.
sekadar tahu lokakarya yang digelar Hotel Lelemuku Kamis (5/2/2026) turut dihadiri,sekretaris daerah maluku Tengah Rakib Sahubawa, Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah Musriadin Labahawa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Husein Mukadar, para pimpinan OPD terkait, serta Provincial Manager INOVASI Maluku beserta tim.
Diterbitkan: 05 Februari 2026 pukul 10:59
Terakhir diperbarui: 05 Februari 2026 pukul 11:09
















