Beritaterkininews.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI
Jumat, Mei 1, 2026
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan
No Result
View All Result
Morning News
  • Beranda
  • Ambon
  • Buru
  • Bursel
  • Malra
  • Malteng
  • Tual
  • Sbb
  • Sbt
  • Aru
No Result
View All Result
Home Buru

Cipayung Plus Tolak Koperasi  Gunung Botak Dikendalikan Investor Asing

Penulis: Gres | Editor: Paet
Selasa, 13 Januari 2026
Facebook X WhatsApp Telegram
Cipayung Plus Tolak Koperasi  Gunung Botak Dikendalikan Investor Asing

BERITATERKININEWS.COM- Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Buru menggelar aksi demonstrasi menolak aktivitas pertambangan emas di Gunung Botak yang dinilai sarat pelanggaran, dominasi investor asing, serta lemahnya pengawasan aparat. Aksi tersebut berlangsung di sejumlah titik strategis di Kota Namlea, Selasa (13/1/2026).

Aliansi Cipayung Plus yang terdiri dari HMI, GMNI, PMII, dan IMM Kabupaten Buru menggelar aksi demonstrasi di Kampus Universitas Iqra Buru, Simpang Lima Namlea, Kantor Bupati Buru, hingga Kantor DPRD Kabupaten Buru. Aksi ini menyoroti maraknya aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak yang diduga berlangsung pada malam hari.

BACA JUGA:

Operasi TNI di Gunung Botak, Ujian Serius Tata Kelola Tambang Buru

Jembatan Garuda Hadir di Waeyapo, Kodim 1506/Namlea Percepat Akses Tiga Desa Terisolasi

Dalam orasinya, Ketua Umum HMI Cabang Buru, Abdullah Fatsey, mempertanyakan lemahnya penegakan hukum oleh aparat kepolisian terhadap aktivitas tambang ilegal.

“Kami melihat aktivitas tambang masih berjalan, bahkan pada malam hari. Kami meminta Polres Buru menindak tegas oknum yang dengan sengaja membiarkan penambang beroperasi demi keuntungan pribadi,” tegas Abdullah.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak menolak keberadaan koperasi, namun menolak jika koperasi tersebut diduga dikendalikan investor asing.

“Kami tidak menolak 10 koperasi yang masuk ke Pulau Buru. Yang kami tolak adalah jika koperasi itu berasal atau dikendalikan oleh pihak asing. Ini akan meminggirkan masyarakat lokal,” ujarnya.

Abdullah juga menduga adanya kerja sama antara investor asing, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dalam pengelolaan tambang emas Gunung Botak.

Di Kantor Bupati Buru, massa aksi diterima langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Azis Tomia, yang mengundang perwakilan mahasiswa untuk berdiskusi di ruang utama kantor bupati.

Dalam pertemuan tersebut, Cipayung Plus menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penolakan pengelolaan tambang oleh perusahaan asing, evaluasi kewenangan Satgas Gunung Botak, serta keberatan terhadap koperasi pemegang IPR yang dinilai telah melampaui masa izin.

“Jika pertambangan dikendalikan perusahaan asing, masyarakat Buru akan sulit terlibat. Ketua Satgas Gunung Botak juga kami nilai telah melampaui kewenangannya,” kata Abdullah.

Mahasiswa juga menyoroti kebijakan “bapak angkat” koperasi yang dinilai tidak memiliki dasar hukum.

“Tidak ada dalam undang-undang yang mengatur bapak angkat koperasi. Kebijakan ini justru membuka ruang kepentingan modal besar,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Buru Azis Tomia menegaskan bahwa pengawasan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) berada pada kewenangan pemerintah provinsi.

“Posisi kami sebagai pemerintah daerah. Pengawasan IPR ada di provinsi. Namun bupati telah dua kali melakukan pertemuan untuk memastikan aktivitas di Gunung Botak diketahui dan dikendalikan,” ujarnya.

Azis menyampaikan bahwa Pemkab Buru mendorong legalisasi tambang agar masyarakat dapat bekerja secara aman dan legal.

“Koperasi memang memiliki IPR, tetapi ada persoalan lahan milik masyarakat adat. Karena itu dibutuhkan bapak angkat untuk membantu pembiayaan dan pembayaran kepada pemilik lahan, seperti marga Wael, Nurlatu, dan Besan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Imigrasi Ambon terkait pengawasan orang asing di Kabupaten Buru.

“Kewenangan administrasi orang asing ada di imigrasi. Kami sudah berkoordinasi untuk memastikan dokumen mereka lengkap,” kata Azis.

Usai dari kantor bupati, massa aksi melanjutkan demonstrasi ke Kantor DPRD Kabupaten Buru sekitar pukul 14.30 WIT. Dalam orasinya, mahasiswa menuding 10 koperasi pemegang IPR dikendalikan oleh investor asing.

“Kami menolak koperasi yang dikendalikan investor asing. Jika ada investasi, harus melibatkan investor lokal dan benar-benar berpihak pada masyarakat Buru,” ujar salah satu orator.

Mahasiswa juga mendesak DPRD Buru mengeluarkan rekomendasi pencopotan Kapolres Buru yang dinilai gagal mengawasi kerusakan lingkungan di Gunung Botak.

Ketua DPRD Kabupaten Buru, Bambang Langga Buana, menanggapi tuntutan mahasiswa dengan menyatakan bahwa DPRD tidak bisa mengeluarkan rekomendasi tanpa dasar hukum yang jelas.

“DPRD tidak bisa mengeluarkan rekomendasi sesuka hati. Ada aturan yang harus dipatuhi. Namun secara pribadi saya prihatin,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa sebagian besar aktivitas di Gunung Botak telah dihentikan.

“Sekitar 90 persen aktivitas tambang sudah dihentikan. Soal orang asing, berdasarkan informasi imigrasi, mereka memiliki dokumen lengkap,” jelas Bambang.

Menurutnya, Bupati Buru akan membentuk tim khusus untuk menyelesaikan konflik antara pemilik lahan, koperasi, dan masyarakat adat.

“Kami mendukung tambang dikelola secara legal melalui koperasi agar mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Cipayung Plus menegaskan bahwa,Koperasi adalah soko guru perekonomian rakyat sebagaimana Pasal 33 UUD 1945, bukan alat kepentingan modal besar.

Kemitraan koperasi dengan perusahaan tambang asing telah menggeser tujuan koperasi dari kesejahteraan rakyat.

Masyarakat adat tidak dilibatkan secara bermakna dalam pengelolaan tambang.

DPRD dan pemerintah daerah memiliki kewenangan mengevaluasi dan merekomendasikan pencabutan izin koperasi yang menyimpang dari UU Minerba.

Mereka mendesak DPRD Kabupaten Buru dan DPRD Provinsi Maluku melakukan evaluasi terbuka serta mencabut izin koperasi yang terbukti menyimpang

Diterbitkan: 13 Januari 2026 pukul 11:36

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2026 pukul 11:42

Previous Post

Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Bupati Malteng Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat Oleh Presiden

Next Post

Dikritik OKP Cipayung, SidikPolisi News Dinilai Kehilangan Etika Jurnalistik Dalam Isu Gunung Botak

Related Posts

Operasi TNI di Gunung Botak, Ujian Serius Tata Kelola Tambang Buru

Operasi TNI di Gunung Botak, Ujian Serius Tata Kelola Tambang Buru

by Pieter
April 27, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Langkah TNI melakukan penertiban di areal tambang legal Gunung Botak, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, kembali membuka babak baru dalam...

Jembatan Garuda Hadir di Waeyapo, Kodim 1506/Namlea Percepat Akses Tiga Desa Terisolasi

Jembatan Garuda Hadir di Waeyapo, Kodim 1506/Namlea Percepat Akses Tiga Desa Terisolasi

by Pieter
April 14, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM-Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terus diwujudkan secara nyata. Melalui Kodim 1506/Namlea, pembangunan Jembatan Garuda...

Intimidasi Gaya Baru? Dugaan Penghinaan Pers, Dua Bos Tong Ilegal Dipolisikan

Intimidasi Gaya Baru? Dugaan Penghinaan Pers, Dua Bos Tong Ilegal Dipolisikan

by Pieter
April 9, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Dugaan penghinaan terhadap insan pers kembali mencuat di kawasan pertambangan ilegal Gunung Botak. Dua pemilik tong ilegal resmi dilaporkan...

34 Personel Kodim 1506/Namlea Resmi Naik Pangkat, Dandim Tekankan Profesionalisme dan Militansi Prajurit

34 Personel Kodim 1506/Namlea Resmi Naik Pangkat, Dandim Tekankan Profesionalisme dan Militansi Prajurit

by Pieter
April 1, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Sebanyak 34 prajurit Kodim 1506/Namlea resmi menyandang pangkat satu tingkat lebih tinggi dalam upacara kenaikan pangkat periode 1 April...

Instruksi Presiden Jadi Aksi Nyata: TNI Bangun Jembatan Penghubung Vital di Waelata

Instruksi Presiden Jadi Aksi Nyata: TNI Bangun Jembatan Penghubung Vital di Waelata

by Pieter
April 1, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Komitmen negara dalam menghadirkan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan kembali ditegaskan melalui kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan...

Isu Pungli Guncang Tambang Buru, PMII Tegas Bela TNI: Narasi Sesat Harus Diluruskan

Isu Pungli Guncang Tambang Buru, PMII Tegas Bela TNI: Narasi Sesat Harus Diluruskan

by Pieter
Maret 23, 2026
0

BERITATERKININEWS.COM- Isu dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp3.000.000 yang menyeret  institusi TNI di wilayah Kodim 1506/Namlea menuai bantahan keras. Alih-alih...

Next Post
Dikritik OKP Cipayung, SidikPolisi News Dinilai Kehilangan Etika Jurnalistik Dalam Isu Gunung Botak

Dikritik OKP Cipayung, SidikPolisi News Dinilai Kehilangan Etika Jurnalistik Dalam Isu Gunung Botak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Warga Gale-Gale , Labuan Tewas di Jalan Lintas Seram

Warga Gale-Gale , Labuan Tewas di Jalan Lintas Seram

Maret 21, 2026
Anggota TNI AD Diduga Terlibat Komplotan Pencuri Sapi di Buru Akhirnya Dibekuk Warga Waeapo

Anggota TNI AD Diduga Terlibat Komplotan Pencuri Sapi di Buru Akhirnya Dibekuk Warga Waeapo

Februari 28, 2026
Di Balik Seragam Lusuh, Ada Guru yang Tak Pernah Lelah: Keteguhan Ibu Kety Nifaan Menjaga Asa Muridnya

Di Balik Seragam Lusuh, Ada Guru yang Tak Pernah Lelah: Keteguhan Ibu Kety Nifaan Menjaga Asa Muridnya

Februari 28, 2026
Dari Hutan ke Lumbung Pangan: Gerakan Sunyi Jodis Rumasoal Ubah Wajah Neniari di Pegunungan Seram

Dari Hutan ke Lumbung Pangan: Gerakan Sunyi Jodis Rumasoal Ubah Wajah Neniari di Pegunungan Seram

Februari 15, 2026
Skema Karbon di Balik Hutan Adat SBB: 6 Raja Ungkap Dugaan Manipulasi Dokumen Internasional

Skema Karbon di Balik Hutan Adat SBB: 6 Raja Ungkap Dugaan Manipulasi Dokumen Internasional

Maret 17, 2026

EDITOR'S PICK

Perjalanan 9 Tahun Klasis SUB Bukti Nyata Penyertaan Tuhan Dalam Dinamika Pelayanan Gereja

Perjalanan 9 Tahun Klasis SUB Bukti Nyata Penyertaan Tuhan Dalam Dinamika Pelayanan Gereja

Maret 2, 2026
Kolaborasi INOVASI Jadi Kunci, Bupati Malteng Ingin Renstra Pendidikan Lebih Membumi

Kolaborasi INOVASI Jadi Kunci, Bupati Malteng Ingin Renstra Pendidikan Lebih Membumi

Februari 5, 2026
Jejak Gelap Perdagangan Karbon di Seram Barat, Dugaan Keterlibatan Oknum Dinas Kehutanan

Jejak Gelap Perdagangan Karbon di Seram Barat, Dugaan Keterlibatan Oknum Dinas Kehutanan

Februari 8, 2026
Mendagri Minta Pemda Perbanyak Rusun Sebagai Solusi Permukiman Padat

Mendagri Minta Pemda Perbanyak Rusun Sebagai Solusi Permukiman Padat

Desember 17, 2025
Beritaterkininews.com

© 2025 Beritaterkininews.com . All Right Reserved.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Penggunaan AI

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
    • Ambon
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Malra
    • Tual
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
    • Aru
  • Peristiwa
    • Bencana Alam
    • Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Opini
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan

© 2025 Beritaterkininews.com . All Right Reserved.