BERITATERKININEWS.COM-Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terus diwujudkan secara nyata. Melalui Kodim 1506/Namlea, pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan serentak di tiga desa di wilayah Waeyapo, Kabupaten Buru, yakni Desa Waeleman, Desa Waeflan, dan Desa Wabloy.
Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang selama ini terbatas, terutama saat musim hujan yang kerap menyebabkan jalur penghubung antar desa terputus dan sulit dilalui kendaraan.
Dandim 1506/Namlea, Heribertus Purwanto, melalui Pj. Pasiter Kodim 1506/Namlea, Husain Malagapy, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan prioritas strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jembatan Garuda dibangun untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tiga desa tersebut. Ini bentuk nyata kehadiran TNI AD yang bekerja bersama rakyat,” tegas Kapten Inf Husain Malagapy, Selasa (14/4/2026).
Wilayah Waeyapo dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Kabupaten Buru. Namun, keterbatasan infrastruktur jembatan kerap menjadi kendala utama dalam distribusi hasil panen menuju pasar maupun pusat ekonomi di Namlea.
Saat curah hujan tinggi, akses jalan di sejumlah titik berubah menjadi jalur rawan dan sulit dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berdampak pada pelayanan pendidikan, kesehatan, serta mobilitas sosial masyarakat.
Pembangunan Jembatan Garuda di tiga titik tersebut dinilai strategis karena berada di jalur penghubung utama antar desa dan menjadi akses vital masyarakat setempat.
Hingga pertengahan April 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 10 persen. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong antara personel Kodim 1506/Namlea dan masyarakat desa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, personel TNI bersama warga tampak bahu-membahu memasang rangka besi sebagai bagian dari konstruksi dasar jembatan. Semangat kebersamaan menjadi energi utama dalam mempercepat proses pembangunan.
“Kami optimistis pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu. Sinergi TNI dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ini,” ujar Kapten Husain.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Buru untuk memberikan doa dan dukungan agar proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan sesuai target.
Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari dukungan TNI AD terhadap program pemerintah daerah dalam pemerataan infrastruktur dan penguatan konektivitas antar wilayah.
Dengan terbangunnya jembatan ini, diharapkan akses transportasi warga semakin lancar, biaya distribusi hasil pertanian dapat ditekan, serta aktivitas ekonomi desa semakin tumbuh.
Kodim 1506/Namlea menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap upaya pembangunan di wilayah binaan, demi mendorong kesejahteraan masyarakat dan percepatan kemajuan daerah di Kabupaten Buru.
Pembangunan Jembatan Garuda di Waeyapo bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol kolaborasi antara TNI dan rakyat dalam membangun dari desa untuk Maluku yang lebih maju.
Diterbitkan: 14 April 2026 pukul 14:30
Terakhir diperbarui: 14 April 2026 pukul 14:36
















